Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu

Juni 24, 2013
2 min read

Objek wisata yang hampir mirip dengan air terjun Sindang Gila dan Air Terjun Tiu Kelep adalah air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu.

Dua air terjun ini berada di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Selain karena sepasang air terjun tersebut letaknya saling berdekatan, keempat air terjun tersebut berhulu di Danau Segara Anak Gunung Rinjani.

Perbedaan dari dua pasang air terjun ini adalah akses jalan menuju ke objek wisata tersebut.

Berbeda dengan akses jalan menuju Air Terjun Sindang Gila dan Air Terjun Tiu Kelep yang sudah beraspal mulus dan dijangkau oleh kendaraan umum, akses jalan menuju Air Terjun Benang Stokel dan Air Terjun Benang Kelambu tidak terlalu mulus.

Jalanan tidak terlalu lebar, kendaraan didominasi oleh mobil pengangkut hasil bumi dari Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di sekitar lokasi air terjun tersebut.

Akan tetapi pemandangan sepanjang perjalanan sangat memanjakan mata. Hamparan sawah yang siap panen bagaikan permadani raksasa.

Para petani bergotong-royong menanam sawah. Anak-anak bermain di halaman rumah.

Tak hanya itu, binantang ternak seperti sapi dan kerbau dengan leluasa mencari makan dengan nyamannya.

Lokasi Air Terjun Benang Stokel lebih dekat dari loket penjualan tiket masuk objek wisata.

Hanya berjalan sekitar 15 menit, para wisatawan akan disuguhi pemandangan air terjun yang berbentuk seperti stokel (gulungan benang).

Air Terjun Benang Kelambu terletak di atas Air Terjun Benang Stokel, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang cukup lebar.

Pemandangan di Air Terjun Benang Kelambu lebih indah dan memukau.

Sesuai namanya, hempasan air terjun membentuk seperti kelambu (tirai).

Sebagian masyarakat percaya bahwa air di sekitar Air Terjun Benang Kelambu dapat menyembuhkan penyakit.

Jembatan kecil menuju air terjun Benang Setokel dan Benang Kelambu (c) toliqfoto2.blogspot.com

Air keluar dari celah-celah tebing yang tertutup rimbunnya pohon merambat (c) toliqfoto2.blogspot.com

Wisata air terjun yang berpotensi tersebut sayangnya tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai.

Toilet di sekitar objek wisata sebagian besar kurang terawat. Kurangnya kesadaran wisatawan untuk menjaga kebersihan juga menjadi persoalan tersendiri.

Alangkah indahnya jika masyarakat dan pemerintah setempat bersama-sama mengembangkan potensi yang dimiliki daerahnya.

Harapannya selain untuk menjaga kelestarian alam juga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Asyiknya Wisata Air Terjun di Lombok, Pancor Kopong Masbagik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.