Batik Sasambo: Lombok Sumbawa dalam Balutan Kain Etnik

Desember 28, 2017
3 min read

Bicara budaya, Indonesia bisa jadi juara. Tidak ada yang menyangsikan ragam budaya Indonesia. Mulai dari bahasa, tarian, ritual, dan aneka  ragam unsur etnik lainnya. Salah satu unsur etnik tersebut adalah kain.

Selain kain khas yang umumnya dimiliki masing-masing daerah, Indonesia punya batik yang sudah diakui UNESCO sebagai budaya tak benda, bersama-sama dengan wayang dan keris.

Kerennya, hampir setiap daerah di Indonesia punya motif batiknya masing-masing, termasuk Lombok! We proudly call it, SASAMBO. Sasambo adalah singkatan dari Sasak-Samawa-Mbojo, 3 etnis yang mewakili dua pulau, Lombok dan Sumbawa.

Biar makin tahu tentang Batik Sasambo Lombok ini, yuk kita jalan-jalan ke salah satu sentra Batik Sasambo Lombok yang ada di SMKN 5 Mataram.

Pengembangan Batik Sasambo Lombok memang berakar di SMKN 5 Mataram. Pasalnya, SMK ini adalah satu-satunya yang punya jurusan kriya tekstil.

Bermula dari diskusi ringan dengan wagub yang saat itu menjabat (Bapak Ir.Badrul Munir), jadilah tim SMKN  mulai mengembangkan motif Sasambo. Inisiasinya sendiri sudah dimulai sejak 2008.

Hasilnya? Masyarakat menerima dengan sangat baik. Pemerintah Daerah juga mendukung Batik Sasambo Lombok dengan mengeluarkan edaran “Sasambo Day” dimana pegawai pemerintah Kota Mataram wajib menggunakan Batik Sasambo Lombok pada hari Kamis.

Belakangan, kebijakan ini sepertinya menular ke instansi pemerintah daerah lainnya, bahkan instansi swasta. Cool!

Secara proses, pengerjaan Batik Sasambo Lombok tidak berbeda dengan batik lainnya. Hanya saja ada yang unik ketika melihat pengrajin batik Sasambo memegang canting dan melukis kain.

Pasalnya, Lombok memang tidak dikenal sebagai sentra batik seperti daerah-daerah lainnya di pulau Jawa. Hehe.. di Lombok ternyata ada yang beginian juga ya!

Studio batik di SMKN 5 Mataram terbilang lengkap. Artinya, semua proses dari awal sampai akhir dikerjakan di satu tempat, dari desain sampai pengeringan.

Ada tiga jenis batik yang dikembangkan: batik tulis, batik cap dan bating printing. Batik tulis membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pengerjaannya.

Teliti dan telaten, dua hal ini yang harus diperhatikan. Batik cap dan batik printing lebih sederhana, karena designnya sudah dikerjakan terlebih dahulu, sehingga cukup dicetak pada kain saja.

Proses pewarnaan kain dilakukan dua kali. Pertama setelah proses pencantingan, kedua setelah proses pengeringan dan blocking. Pewarnaan kedua cukup dengan dicolet, alias diwarnai dengan kuas.

Bahan kain yang digunakan Batik Sasambo Lombok cukup beragam. Ada yang berbahan katun prima dan primisima, ada juga yang berbahan sutra.

Harganya pun bervariasi, tergantung pada kualitas dan proses pengerjaannya. Sasambo sutra yang proses pengerjaanya dengan ditulis, untuk ukuran 2.5×1,1 meter, dikenakan harga 600 ribu rupiah.

Sedangkan yang berbahan katun, untuk batik tulis dekenakan harga 300 ribu rupiah per 2,5×1,1 meter dan 200 ribu rupiah untuk yang dicap. Pilihan murah meriah adalah batik printing, harganya mulai dari 60 ribu rupiah saja.

Kalau dulu, sentra batik ini masih sangat terbatas, sekarang pengrajinnya mulai menjamur. Hampir di setiap daerah ada pengrajin batik Sasambo, bahkan sampai di Sumbawa dan Bima.

Setiap daerah memproduksi Sasambo dengan motif yang berbeda-beda, sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Motifnya pun makin beragam.

Dulunya hanya ada motif kangkung Lombok, skardin (kuda Sumbawa), lumbung, daun asam (Bima).

Sekarang ada banyak motif lainnya: cabe, tokek, kelotok sapi (lonceng di leher sapi), gendang beleq, mutiara, daun bebele (pegagan), rumah panggung Sumbawa, dan masih banyak lainnya.

Batik Sasambo membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Di sentra SMK 5, selain siswa jurusan tekstil, banyak alumni yang direkrut langsung sebagai karyawan.

Ditambah lagi keberadaan batik ini sebagai media promosi daerah yang efektif. Beberapa tokoh nasional saban berkunjung ke NTB akan didaulat menggunakan batik Sasambo.

Duta NTB yang maju ke kancah nasional pun seringkali menggunakan batik bermotif Sasambo.

Gimana? Nggak kalah keren kan dengan batik lainnya. Yuk lengkapi koleksi kain etnik dengan batik Sasambo!

Special thanks: Gusti Ayu Tri Sugiarti (model on featured image)