Berburu Pelangi di Air Terjun Tiu Teja Lombok Utara

By Depz
November 5, 2017
3 min read

Orang bijak mengatakan ”selalu ada pelangi setelah badai”.

Namun untuk mencari pemandangan pelangi kali ini kita tak perlu menanti badai datang. Kita cukup mengunjungi air terjun Tiu Teja.

Air terjun Tiu Teja

Dalam bahasa sasak, ”Tiu” berarti air, dan ”Teja” berarti pelangi. Pelangi yang dimaksudkan adalah nuansa pelangi berwarna –warni yang muncul dan terbentuk akibat sinar matahari yang jatuh dan memantul membias pada buih-buih air  terjun (tampias) yang beterbangan. Sekarang kita tahu mengapa disebut Tiu Teja, kan?

Air terjun Tiu Teja berada di Desa Santong, Kecamatan Kayangan – Lombok Utara.  Membutuhkan kurang lebih 2 jam dari mataram untuk sampai ke desa santong.

Jalurnya adalah Mataram-Pusuk-Tanjung-Gangga-Santong atau bisa juga Mataram-Senggigi-Tanjung-Gangga-Santong. Mengenai akses jalan, untuk menuju santong jalannya sudah cukup baik.

Mengingat sangat banyak objek wisata di Lombok dengan akses jalan menuju lokasi yang sangat memprihatinkan, maka kita dapat memberikan jempol ke atas untuk pemerintah daerah kabupaten lombok utara (KLU) yang memperhatikan kebutuhan sarana jalan bagi masyarakat.

Lombok itu tak hanya surga bagi para pecinta pantai dan pulau, karena Lombok pun dikaruniai puluhan air terjun di segenap penjuru Pulau Lombok. Mayoritas air terjun itu berada di sekitaran kaki gunung Rinjani.

Spesialnya air terjun Tiu Teja ini selain indahnya adalah kita tak harus tracking dengan jarak yang menyiksa dan lintasan yang menantang karena  kendaraan yang kita bawa dapat kita parkir sampai dengan di depan tangga-tangga menuju pintu masuk.

Untuk HTM-nya sendiri pegunjung hanya dikenakan Rp 5000,-/orang.

Jadi untuk mencapai air terjun tiu teja, kurang lebih 15 menit kita hanya perlu soft trekking menuruni tangga-tangga semi permanen  Sepertinya tak salah jika kita mengatakan inilah air terjun dengan trek paling bersahabat di Lombok.

Biasanya paling tidak dibutuhkan setengah jam tracking dari lokasi pintu masuk/parkir untuk tiba di hadapan air terjun.

Tiu teja memiliki tinggi +-30 dan lebar 10 meter . Cukup tinggi bukan. Jika kita beruntung, saaat debit air sedang besar (biasanya ketika musim penghujan) maka akan terbentuk air terjun kembar.

Sedangkan jika debit air sedang kecil (biasanya saat musim kemarau) maka hanya ada 1 air terjun.

Airnya bening dan segerrrrr!!!

Kalau sudah sampai sini sih rugi untuk tidak mandi-mandi sambil menyaksikan keajaiban dan keindahan “pelangi” di Tiu Teja. Mandi di bawah “shower” alami ini dijamin sangat seru.

Rasanya seperti dipijat oleh alam. Atau hanya berendam di kolam kecil persis di bawah air terjun dengan kedalaman +-1,5m itu. Cukup aman untuk mereka yang tidak pandai berenang.

Untuk para pengunjung yang berniat berenang atau mandi-mandi di kolam, berhati-hatilah karena bebatuan licin.

Oh iya, di sisi kiri air terjun terdapat cerukan kecil yang tampak seperti gua. Unik.

Eits! Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan alam, jangan merusak dan bawa pulang kembali sampahnya yaaaa 🙂

Dong Ayok Ke Lombok 🙂