Camping Ceria di Bukit Dandaun – Sembalun Lombok Timur

April 22, 2017
3 min read

There is always something I love about trekking or hiking. Dan di Lombok, surganya untuk melakukan kegiatan outdoor semacam itu ada di Sembalun, Lombok Timur! Tidak salah kalau Sembalun banyak memiliki bukit-bukit yang mengitari desa.

Maklum saja karena memang ciri khas suatu daerah yang dekat dengan pegunungan adalah memiliki banyak perbukitan atau daerah dataran tinggi nan elok. Dan Sembalun punya the one and only, the greatest mountain in Lombok, Rinjani!

Ada banyak bukit di Sembalun. Ada Bukit Pergasingan, Bukit Nanggi, Bukit Anak Dara, Bukit Dandaun, Bukit Lincak dan mungkin masih banyak lagi bukit lainnya yang entah apalah namanya. Hihihi..

Beberapa bukit tersebut diatas memang belakangan menjadi hits di Lombok dan tentu saja bisa didaki. Setelah sebelumnya pernah mendaki Bukit Pergasingan, kali ini saya mau berbagi cerita mendaki ke Bukit Dandaun. How was it? Here’s the story.

Sore itu saya beserta rombongan tiba di Sembalun yang tentu saja merupakan pintu masuk jalur pendakian. It was my first hiking bersama rombongan. Biasanya kalau hiking saya hanya berdua dengan saudara saya ataupun dengan teman.

Tidak pernah seramai saat mendaki Bukit Dandaun. Kalau tidak salah ada sekitar 5 atau lebih kepala keluarga yang memboyong anak dan istri ikut mendaki. Rame!

Bukit Dandaun yang relatif rendah dengan ketinggiannya yaitu sekitar 1585 mdpl ini memang terasa lebih cocok untuk melakukan pendakian bersama keluarga, mulai dari anak, istri, adik, kakak, paman, bibi atau apapun namanya.

Berhubung jalur pendakian yang tidak terlalu ekstrim dan pendek jika dibandingkan dengan bukit-bukit lainnya yang ada di Sembalun.

Dalam rombongan kami ada sekitar 4 orang bocah cilik yang sangat bersemangat mendaki bukit melebihi semangat kami para orang dewasa. Pelan tapi pasti langkah kecilnya mampu mengantarkan mereka sampai duluan di puncak bukit.

Saat itu kami sudah berada di puncak bukit ketika magrib menjelang. Kalau dihitung sedari mulai pendakian saat sore, kami menghabiskan waktu mendaki lebih lama dibandingkan waktu tempuh normal yaitu sekitar 2 jam.

Karena sudah gelap, sesampainya dipuncak bukit, satu persatu kami membangun tenda dan merapikan diri, juga menyiapkan makan malam. It was long long night. There’s so much fun.

Biasanya kalau menjelang waktu tidur jika berada di gunung, saya dan kakak yang biasanya mendaki berdua saja langsung tidur tanpa cas cis cus. What a boring night.

Tapi saat dengan rombongan, malam terasa panjang sekali dengan ketawa haha hihi dan ngobrol sana sini. Suasana semacam inilah yang sudah sedari lama saya impikan jika mendaki.

It was truly Camping ceria! So much fun!

Lepas itu, satu persatu dari kami masuk tenda untuk beristirahat.

Pagi harinya, saya bangun lebih awal sebelum matahari yang duluan bangun. This is the moment i always wait for saat di gunung. Sunrise. Peralihan antara gelap menuju terang pagi hari selalu magis dan menenangkan buat saya.

Entahlah. Itu yang saya rasakan. And it was such a beautiful sunrise in front of our tent. Jauh dibawah bukit tempat kami berdiri, deretan sawah terbentang dari ujung barat ke timur bagai dipagari oleh bukit-bukit.

Momen seperti inilah yang kemudian membuat saya tidak pernah kapok untuk naik gunung ataupun sekedar camping ceria di bukit. Seperti saat itu di Dandaun.

Well that’s all the story. Perjalanan singkat cuma sehari semalam tapi mengesankan dan pastinya seru. Bagaimanapun juga, sebuah perjalanan memang akan lebih baik dilakukan dan dialami sendiri ketimbang mendengar atau membaca cerita dari seseorang. So, now is your turn! Lombok is waiting for you guys!

Baca Juga: Bukit Merese – Tanjung Aan : Pemandangan nan eksotis di sisi selatan Pulau Lombok