Gerabah Banyumulek – Kreasi Kerajinan Khas Lombok

In Kediri
Januari 2, 2018
3 min read

Jika ada kerajinan rakyat lokal yang berkembang dari sebuah legenda, maka kerajinan gerabah di Banyumulek Lombok adalah salah satu diantaranya. Semuanya bermula dari legenda perintah Dewi Anjani, penguasa Gunung Rinjani yang menolong sepasang suami-istri.

Dahulu kala, Dewi Anjani mengutus seekor burung pembawa pesan (Manuk Bere), untuk menolong dan mengajarkan cara sepasang suami istri yang kebingungan memasak beras hasil panen pertama mereka.

Manuk Bere juga mengajarkan bagaimana cara membuat periuk dari tanah liat yang dapat digunakan untuk memasak. Sejak saat itu masyarakat Sasak kemudian percaya bahwa dari sanalah keterampilan membuat gerabah berkembang dan diwarisi sampai sekarang.

Desa Banyumulek berada di Kabupaten Lombok Barat dan dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah Pulau Lombok. Ditambah lagi banyak yang mengakui kalau Banyumulek merupakan penghasil tanah lempung/liat kualitas nomor satu di Pulau Lombok. Yahudd!

Jika berkesempatan kesini anda akan menemukan beberapa galeri dengan koleksi gerabah yang banyak dan lengkap. Jika tertarik untuk belajar membuat gerabah anda pun bisa langsung mencobanya dengan didampingi oleh para pengrajin.

Kalau mau blusukun pun bisa! Anda bisa berkeliling kampung dan mengunjungi rumah-rumah penduduk yang juga bekerja sebagai pengrajin gerabah.

Dulu gerabah hanya dibuat berdasarkan fungsinya, yaitu sebagai perabot rumah tangga atau dapur, tapi semakin lama kerajinan ini terus berkembang. Sekarang fungsi gerabah tidak terbatas untuk pemanfaatan rumah tangga saja, namun berkembang menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi, untuk pajangan/hiasan, bahkan untuk souvenir pernikahan.

Produk kerajinan gerabah Banyumulek sangat beragam dari segi bentuk dan desain, diantaranya ada Selao (gentong), kekete atau sigon (wajan), kemek (periuk), ceret, tong sampah, guci, asbak rokok dan masih banyak yang lainnya.

Desain yang menarik dan kualitas bahan yang digunakan menjadikan gerabah Banyumulek sebagai salah satu icon kerajinan pulau Lombok. Wajar jika kemudian produk gerabah asal Lombok ini diekspor ke beberepa negara seperti Belanda, Spanyol, Italia, dan banyak yang lainnya.

Apa keunikan gerabah Banyumulek?

Meski pembuatan gerabah juga dikenal di berbagai daerah di Indonesia, tapi gerabah Banyumulek punya keunikannya sendiri yang membedakannya dengan kerajinan serupa. Check it out!

  • Cara pembuatan gerabah Banyumulek masih tetap mempertahankan teknik pembakaran tradisional, yaitu dengan menggunakan jerami dan kayu bakar.
  • Alat pembuatan gerabah masih sangat sederhana. Para pengrajin pun tidak pernah menggunakan alat bantu ukur untuk menentukan diameter gerabah, tapi hasilnya perfecto! Fyi, lebih dari 70% warga Banyumulek menggantungkan hidupnya dari kerajinan gerabah ini. Bisa karena biasa!
  • Gerabah Banyumulek biasanya dihiasi anyaman yang terbuat dari kayu sejenis rotan (ketak), ada juga yang dihiasi dengan pasir putih yang ditempel berbentuk motif tertentu. Motif yang dominan adalah motif bunga.
  • Masih ada pengrajin gerabah Banyumulek yang menggunakan pewarna alami, seperti biji asam yang dimasak, lainnya menggunakan bahan pewarna buatan yang aman.
  • Ada model gerabah Banyumulek yang punya keunikan tersendiri dan nggak ada di sentra industri kerajinan gerabah lain, namanya Kendi Maling. Sekilas bentuknya mirip kendi pada umunya, tapi kalau diamati lebih jeli, kendi maling ini punya lubang tempat mengisi air di bagian bawahnya. Singkatnya kalu kendi ini dibalik dalam posisi berdiri, air yang ada didalamnya nggak bakalan tumpah lho. Unik kan?!
  • Gerabah Banyumulek Lombok sudah dilengkapi dengan sertifikat non toxic jadi aman untuk dipakai sebagai tempat menyajikan makanan atau minuman.

Yuk rencanakan liburan anda ke Lombok! Nggak cuma wisata alam aja, lengkapi juga liburan anda dengan mengunjungi sentra kerajinan Gerabah Banyumulek.

Baca Juga: Kerajinan Tangan Khas dan Tradisional Lombok Timur