Gili Rengit Lombok – Pulau Nyamuk Nan Cantik

Januari 4, 2018
3 min read

Kemana kita weekend ini?

Kalau pilihannya adalah wisata alam, maka Pulau Lombok rasa-rasanya tidak akan kehabisan pilihan jawaban untuk ditawarkan.

Selain tempat-tempat wisata yang sudah cukup mainstream, masih banyaaaak lagi pilihan lainnya yang bisa disesuaikan dengan kemampuan wisatawan, terkait jarak tempuh, bujet, ketersediaan fasilitas, dan lain-lain.

Oya, di Lombok ini jangan kaget kalau sudah menentukan tujuan wisata tapi di tengah jalan jadi mampir sana-sini. Maklum saja, sebelum sampai tujuan, bisa saja ada banyak destinasi lain yang sejalur.

Seperti misalnya gugusan gili di daerah Sekotong Lombok Barat. Saat itu, tujuan utama kami adalah Gili Rengit, tapi akhirnya mampir-mampir dulu melepas rindu di Gili Gede dan Gili Layar.

Berangkat, Kita! Menuju Gili Rengit

Untuk sampai ke Gili Rengit butuh waktu sekitar 1,5-2 jam dari kota Mataram tergantung kecepatan kendaraan. Jalurnya sudah umum dilalui, intinya nggak bakal nyasar, apalagi daerah Sekotong memang punya banyak tujuan wisata yang sudah cukup dikenal, seperti Gili Nanggu, Sudak, dan Kedis.

Penyebrangan menuju Gili Rengit berada di Pantai Tembowong, Pelangan. Biayanya relatif murah kalau perginya beramai-ramai. Pemilik kapal menyebutkan angka Rp.300.000 yang kami tawar menjadi Rp. 250.000.

Harga bisa jadi lebih murah tergantung ukuran dan kapasitas kapal. Kapal yang kami naiki bisa memuat lebih dari 10 orang.

Rengit dalam bahasa sasak berarti Nyamuk. Meski tidak merasakan gangguan nyamuk saat berkunjung, namun info yang disampaikan oleh bapak yang mengantar kami menyebutkan bahwa pulau ini menjadi tempat berkumpulnya nyamuk-nyamuk, apalagi saat musim hujan.

Apa yang spesial dari Gili Rengit?

Saya rasa gili Rengit ini cukup misterius karena terkesan ditinggalkan oleh pemiliknya. Bayangkan saja, gili ini punya fasilitas yang bisa dibilang cukup memadai.

Ada beberapa mini bungalow, restoran, toilet, mini bar, panggung , bahkan dermaga permanen; nyaris komplit untuk ukuran fasilitas di pulau kecil. Sangat disayangkan semua fasilitas tadi dibiarkan mangkrak nggak terawat.

Menurut info yang kami dapatkan, Rengit masih belum cukup ramai dikunjungi sehingga biaya operasional bisa membengkak jika dilanjutkan, ada juga yang bilang kalau Rengit akan menjadi hidup dan ramai pada saat-saat tertentu, tergantung pemilik pulau yang sesekali mampir party dengan rombongan tamu ke Rengit. Well, let’s see what happens later!

Leave alone the secret of Gili Rengit, yang jelas liburan kesini bisa jadi salah satu pengalaman tak terlupakan. Selain suasananya yang jauh dari kata ramai, gili ini juga teduh karena pepohonan rimbun yang banyak di sekitar gili.

Jangan tanya tentang pasir dan lautnya, sudah jelas menyejukkan mata. Pasir putih dengan butiran merica berpadu dengan biru laut, hahh dan nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan?

Gili Rengit juga memiliki beberapa spot snorkeling yang kece. Arus lautnya terbilang cukup tenang. Kerennya lagi untuk menyaksikan underwater view, kita nggak perlu berenang terlalu jauh ke tengah, terumbu karang dan ikannya pun cantik-cantik! Buat yang hobi mancing, boleh juga loh.

Karena disini nggak ada yang jual makanan atau menyewakan perlengkapan snorkeling, so be well prepared, apalagi kalau berniat untuk menghabiskan waktu sampai sore.

Kembali pulang..melewati lokasi budidaya mutiara

Intinya, Gili Rengit Setil! Jadi kapan mau jalan-jalan kesini?

Baca Juga: Menyusuri Lekuk Gili Sudak Lombok