Kain Sesek Sasak Lombok

September 3, 2017
4 min read

Yup tak habis topik tentang pulau yang satu ini. Selain terkenal akan keindahan lautnya, Lombok juga terkenal dengan barang-barang tradisional yang menjadi topik menarik untuk dibahas.

Kali ini akan dibahas tentang salah satu barang tradsional Lombok yaitu “kain sesek”. Kain sesek adalah kain tenun yang proses pembuatannya serba tradisioanl.

Tidak hanya prosesnya saja yang tradisional tetapi juga alat yang dipakai pun serba tradsional. Berikut info tentang pembuatan kain Sesek Lombok.

1. Pembuatan Benang

Benang adalah bahan utama yang harus disediakan oleh seorang penenun alias ahli sesek sebelum penenunan dimulai.

Benang yang akan dipakai tidaklah mudah untuk didapatkan, pembuatan benang pun melalui proses yang disebut”pemintalan” alat pintal berupa roda yang terbuat dari kayu adalah alat pemintal sederhana yang harus diputar sesuai prosedur pemintalan sehingga benang yang dihasilkan bisa panjang dan tidak putus-putus.

Bahan benang yang dipintal adalah dari kapas putih yang sudah dibentuk rapi sebelum pemintalan dilakukan.

2. Alat Tenun

Perlengkapan menenun ada banyak macamnya. Ada yang dalam istilah Bahasa Sasak disebut jajak, berire, batang jajak, pengiring dan masih banyak nama alat yang dipakai saat menenun.

Berikut penjelasan singkat dari nama-nama alat yang disebutkan di atas.

Jajak adalah bagian depan alat tenun yang posisi berdiri membentuk segi panjang disebelah kanan dan kiri. Berire adalah alat yang berfungsi untuk menenun berupa batangan panjang berbentuk pipih dan berujung agak lancip.

Ujung berire dikondisikan sedemikian rupa supaya memudahkan penenun memasukkan dan mengeluarkan alat tersebut ke dalam pakan benang yang sedang ditenun.

Alat ini berfungsi memberikan celah saat penenun memaskkan pengiring yang berisi benang.

Batang jajak adalah dua buah kayu berebentuk balok berukuran panjang yang mengapit posisi duduk penenun dan bagian depan batang jajak ini adalah tempat berdirinya jajak.

Pengiring adalah alat yang dipakai untuk menggulung benang hasil dari pemintalan. Alat ini sangat berguna saat penenun menambah kan benang ketika proses menenun dilakukan.

3. Penenun

Menurut kepercayaan, orang yang bertugas menenun adalah para wanita, bukan laki-laki. Kenapa demikian ?, Masyarkat Sasak punya alasan sendiri tentang hal ini.

Tetapi disini saya boleh berpendapat kenapa harus perempuan yang menenun bisa jadi karena proses menenun ribet.

Butuh ketelitian tingkat tinggi dan kesabaran tingkat dewa “ uppss hiperbola dikit” tetapi memang benar penenun butuh tingkat kesabaran yang luar biasa ketika menenun.

Bisa dibayangkan lama satu tenunan selesai bisa jadi memakan waktu satu bulan, dan itu pun tergantung dari motif kain yang ditenun, semakin bervariasi warna dan motif yang diinginkan semakin lama waktu yang dibutuhkan.

Sehingga untuk anda yang punya selera special dan mau order khusus warna dan motif yang diinginkan bisa memesan jauh – jauh hari kepada si penenun sebelum moment pemakaian kain tersebut tiba.

Karena kalau tidak demikian penenun akan merasa terburu-buru oleh due date dan bisa-bisa hasil pesanan anda tidak memuaskan.

Ada istilah yang bilang “ sesuatu yang dikerjakan buru-buru atau tergesa-gesa hasilnya bakal tidak maksimal” nah lo “self reminder”. Kain Sesek Sasak banyak digunakan ketika acara adat, seperti nyongkolan atau acara lainnya.

4. Desa Penghasil Kain Sesek

Untuk anda yang berkunjung ke Lombok tentunya penasaran, di mana bisa melihat proses langsung pembuatan kain sesek sasak.

No worry ,di Lombok anda bisa berkunjung ke beberapa desa tradsisional yang sebagian besar masyarakatnya adalah penenun kain.

Salah satu desa terkenal di Lombok yaitu Desa Sade yang terletak di daerah Lombok Selatan. Desa ini sering dikunjungi banyak wisatawan, dan di Desa inilah mereka bisa melihat proses penenunan.

Anda bisa membeli kain sesek juga lho di Sade, berbagai tawaran warna dan motif cantik bisa anda pilih yang tentunya juga dengan variasai harga dari yang termurah sampai yang termahal.

Selain Desa Sade ada juga desa lainnya seperti desa Bayan, dan Sukerare. Desa Bayan ada di Lombok bagian utara sedangkan Desa Sukerare ada di Lombok Tengah, ini artinya anda bisa berkunjung ke desa yang mana anda mau.

Lombok siap menyambut wisatawan dengan berbagai tawaran keindahan, tak hanya keindahan alam tetapi juga sisi ketradisionalan yang ada di Lombok menjadi salah satu faktor penambah khasanah budaya daerah.

Yuk datang kelombok, pulangnya tak lupa kain sesek sebagai oleh-oleh dari Lombok.