Sentra Kain Tenun Lembah Rinjani di Sembalun Lombok Timur

Desember 28, 2017
3 min read

Kalau dengar yang namanya “kain tenun” , pasti ekspektasi awal adalah unik, ekskusif dan berkualitas kan?

Nah, Lombok Sebagai salah satu destinasi wisata yang belakangan ini lagi ramai-ramainya di buru oleh wisatawan juga pastinya memiliki sentra industri kain tenun di beberapa daerah yang sudah lama terkenal sebelumnya.

Mungkin banyak dari kalian yang tahu bahwa sentra industri kain tenun itu ada di Pringgasela, Sukarara dan Desa Sade. Tapi tahu gak sih, kalau salah satu sentra industri tenun juga ada di Sembalun?

Sembalun, yang belakangan ini terkenal dengan perbukitan alaminya ternyata memiliki sentra industri tenun yang sudah lama. Bahkan, katanya nih, tenun di sembalun ini memiliki sejarah yang sangat lama dan berhubungan dengan kerajaan-kerajaan di masa lalu. Wow banget kan?

Selain memiliki beragam wisata alamnya, ternyata sentra kain tenun ini juga sudah lama dikenal oleh masyarakat dunia. Alhasil, sebagai salah satu pendamping sentra industri yang ditugaskan langsung dari kantor, gue pun sering ke tempat ini untuk membina dan mendampingi para pengusahanya.

Papuq Kur (nama aslinya Kurniati) yang selama ini paling dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara diantara para penenun lainnya, sudah lama menggeluti usaha pembuatan kain tenun khas Sembalun ini.

Sentra pembuatan kain tenun tradisional, yang diberi nama “Lembah Rinjani” (karena berada di bagian lembah gunung rinjani) ini hampir setiap minggu kedatangan tamu dari lokal maupun mancanegara.

Gak heran kalau Tenun Lembah Rinjani ini sudah beberapa kali diliput oleh stasiun TV nasional, surat kabar, majalah dan beberapa media lainnya. Ini terlihat dari buku tamu serta arsip dokumentasi yang diperlihatkan ke gue setiap kali ke sana.

Ada dari Austria, Australia, Kanada, Jepang, Swiss, Belanda, Belgia, dan lain-lain. Bahkan beberapa artis nasional pun pernah datang ke tempat ini dan menggunakan kain tradisional tenun Lembah Rinjani ini untuk peragaan busana.

Tenun tradisional “Lembah Rinjani” ini masih menggunakan alat tenun Gedogan, yang masih sangat tradisional. Tentunya, dengan hanya mengandalkan alat gedogan, berakibat pada lama dan sulitnya proses pembuatan kain tenun ini.

Tidak heran, kalau satu buah kain tenun dengan ukuran 1 x 6 baru bisa diselesaikan dalam waktu 1 bulan.

Ada beberapa motif yang menjadi ciri khas dari kain tenun tradisionan Lembah Rinjani ini, diantaranya motif gunung, motif asli, motif bertuliskan Sembalun dan Lombok, serta beberapa motif lain yang memiliki kesamaan dengan motif-motif tenun pada umumnya dengan wilayah lain.

Sampai saat ini, sudah ada sekitar 20 penenun yang semuanya adalah ibu-ibu, yang berada di kawasan Gubuk Daya, Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur. nah, untuk ke tempat ini pun tidaklah susah amat.

Karena jalurnya pun dekat dengan jalur menuju arah bukit Pergasingan. Selain dapat berwisata tenun, pastinya kalian juga bakalan disuguhi dengan pemandangan perbukitan yang serba sejuk dan hijau.

Jadi, gak ada salahnya kan untuk ke tempat ini? 🙂