Kedai Kopi Tradisional Lombok, Kampung Babe di desa Gelora

In Sikur
Oktober 1, 2017
3 min read

Kedai kopi tradisional Lombok bisa menjadi destinasi pelengkap. Kedai Kampung Babe boleh banget menjadi spot nongki asyik travelers saat berlibur ke Lombok.

Kedai ini berada di desa Gelora Lombok Timur, spot asri ini bisa dicapai bagi travelers yang eksplorasi destinasi wisata di sekitar TeteBatu, Kembang Kuning atau Joben.

Kedai kopi bersuasana asyik akan menjadi spot pereda lelah setelah kunjungi berbagai spot wisata alami terdekat, seperti beberapa air terjun cantik di Tete Batu atau sekembali dari pendakian beradrenalin tinggi melalui jalur Selatan Rinjani.

Desa Gelora dulunya merupakan tiga dusun terpisah yaitu Gerami, Loyok dan Rungkang, Lombok Timur. Dua dusun awal merupakan basis keluarga besar saya dari garis ibu.

Sungguh excited ketika kini di salah satu sudut desa yang masih hijau terdapat Kedai Kampung Babe.

Tadinya sama sekali nggak ngeh kalau satu pojok cantik di belakang beberapa rumah keluarga besar saya ternyata menjadi tempat nongki sekaligus hiburan murah meriah para muda di desa Gelora.

Kedai Kampung Babe tampak sejuk meski di siang yang terik. Sudut-sudut kedai kopi tradisional Lombok ini dipenuhi beragam tanaman serba hijau.

Enam ruang lesehan yang berhadapan di sisi kiri kanan menuju satu panggung sederhana di ujung barat serta sekaligus menjadi pojok karaoke.

Enam ruang ini disekat pembatas bambu dan dinaungi rambatan markisa yang lebat. Memastikan sinar matahari enggan panasi pengunjung.

Tak hanya atap alami, sudut halaman di samping pintu masuk juga kental dengan hijaunya rumput dan tanaman lain serta warna-warni bunga. Terasa nyaman dipadu coklat alami dari bambu yang digunakan di sebagian besar interior kedai.

Apa travelers tidak terlalu suka keramaian seperti saya? Sssstt, Its so worth it  lho sekali waktu ndobrak tembok ke-taksukaan dengan hang out di Kedai Kampung Babe ngepasi malam minggu.

Anak-anak muda desa Gelora yang hobi berbagi suara indah mereka kerap nyanyikan lagu-lagu khas Sasak. Bagi saya, benar-benar menjadi obat kangen porsi komplit.

Mengenang masa kecil bersama kakek tercinta dan para sepupu yang dulu blusukan di tanah sawah serta kebun milik keluarga. Pojok-pojok kenangan yang mulai berubah menjadi petak-petak rumah para keponakan.

Kopi favorit saya di Kedai Kampung Babe, tentu saja kopi hitam khas Lombok. Seringkali meminta tanpa tambahan gula, karena roti bakar coklat teman ngemil sudah berikan rasa manis.

Menu-menu lain dibanderol di harga yang merakyat. Range 5K idr sampai belasan ribu rupiah. Benar-benar ramah di kantong yaaa. Buka mulai pukul 4 sore, tak heran pengunjung Kampung Babe hampir selalu ramai.

Kedai kopi tradisional Lombok belum banyak yang saya eksplore demi apdet destinasi tempat nongki seru buat travelers. Terutama yang dekat dengan destinasi-destinasi wisata favorit di Lombok Timur.

Kedai Kampung Babe terletak di ruas jalan raya menuju desa wisata Tete Batu dari perempatan masjid besar Masbagik.

Dua puluh menit selepas lewat batas desa Lendang Nangka dan hanya 5 menit dari kompleks heler padi warga setempat, sebelum pertigaan masjid Gelora menuju desa Kotaraja.

Berangkat dari kota saya di Selong, Lombok Timur, cukup berkendara sekitar 45 menit saja. Satu papan nama sederhana terletak di pinggir jalan kiri (jika dari arah Masbagik) dan beberapa menit jalan kaki.

Jika travelers sebaliknya masuk dari arah pertigaan masjid Gelora, Kedai Kampung Babe berjarak hanya 10 menit dan perhatikan sisi kanan jalan.

Sudah punya skejul berlibur ke Lombok dengan destinasi pilihan di Lombok Timur? Kontak saja saya jika mau blusukan dan nongki seru di Kedai Kampung Babe. Lagu-lagu Sasaknya butuh diterjemahkan kan? Yuk, cussss..