Kerajinan Gerabah Murah Meriah Mendunia Khas Lombok

In Kediri
April 28, 2017
3 min read

Sejak kecil saya sudah sering mendengar beberapa destinasi wisata di Lombok. Selain Pantai Kuta (yang kini berganti nama menjadi Pantai Mandalika Lombok), dan Desa Sade, kerajinan tangan berupa gerabah khas Lombok juga kerap kali disebut-disebut sebagai alternatif wisata yang patut dikunjungi.

Ironisnya selama bertahun-tahun tinggal di Lombok saya belum pernah berwisata ke tempat pembuatan gerabah yang MURMER MENDU (murah meriah mendunia) tersebut, sampai suatu hari di bulan Juli 2015.

Perlu diketahui, gerabah bisa ditemui pada beberapa titik di wilayah Lombok, namun yang sering dikunjungi adalah Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Wilayah ini dijadikan tempat andalan untuk berburu gerabah. Bagaimana tidak, sepanjang jalan Banyumulek kita bisa menemukan gallery art yang siap untuk dilihat dan dibeli aneka koleksinya.

Para pengrajin di Banyumulek masih menggunakan tangan untuk mengolah gerabahnya. Mulai dari proses pembentukannya di atas alat pemutar, bahkan sampai proses pembakaran di atas kayu dan jerami dilakukan secara manual.

Tahapan-tahapan yang terstukrur dan menggunakan tenaga langsung manusia menjadikan gerabah-gerabah ini berkualitas ekspor dengan affordable price. Namun, tidak dapat dipungkiri juga ada beberapa warga yang mulai menggunakan oven untuk memanggang gerabahnya.

Kualitas gerabah yang ditawarkan oleh para pengrajin tidak abal-abal. Sumber bahan utamanya yakni tanah liat (clay) diambil langsung dari daerah Sekotong, Lombok Barat.

Hal tersebut dilakukan karena wilayah Sekotong memang memiliki kualitas tanah liat yang kuat. Kisaran harga yang ditawarkan pun masuk akal sesuai dengan kualitasnya.

Uniknya, di Desa Banyumulek, para pengrajin tidak segan-segan untuk menunjukkan secara langsung proses pembuatan gerabahnya. Bahkan, para pengrajin siap mengajarkan sobat travelers secara live.

Ditemukan banyak jenis gerabah yang dipajang di gallery koleksi para pengrajin. Diantaranya adalah Kendi Maling dan Gitar Botol Spanyol. Namun, yang menyita perhatian saya adalah Kendi Maling tersebut.

Saya belum sempat menanyakan secara spesifik historis dibalik nama Kendi Maling tersebut. Bentuk fisik dan fungsinya sama seperti kendi pada umumnya. Tetapi, what makes it unique? Jawabannya adalah karena kita masukin airnya bukan dari atas seperti lazimnya sebuah kendi, akan tetapi dari bawah. Unik kan?

Ada lubang dibawah Kendi Maling untuk memasukkan air “Lah, terus entar airnya engga tumpah apa pas di berdirikan?”

Iya, saya pun sempat bertanya-tanya seperti itu. Ternyata kendi tersebut rupanya cukup pintar sebab di dalamnya dibuatkan aliran khusus sehingga air tidak akan tumpah. It’s not magic, it’s not a trick, and also it’s not love, but it’s creativity.

Mungkin, kepandaiannya menampung air secara terbalik tanpa harus takut tumpah dan menyimpannya secara tersembunyi inilah yang membuatnya dinamakan Kendi Maling. (Maling: Pencuri. Jadi mungkn karena cara memasukkan air dari bawah itulah yang menyebabkan namanya menjadi kendi maling).

Beberapa warga setempat juga sepakat bahwa karena uniknya Kendi Maling maka banyak dicari oleh penduduk lokal maupun pengunjung luar.

Seiring perkembangan wisata di Lombok, kebiasaan warga yang mulanya membuat gerabah sebagai pelengkap kebutuhan rumah tangga, seperti Tong untuk menampung air dan kendi untuk minum, lama-kelamaan bergeser nilainya menjadi peluang sumber penghasilan.

Hal tersebut membuat para warga Banyumulek terus berusaha menghasilkan gerabah-gerabah cantik yang siap dijadikan buah tangan atau oleh-oleh dari Lombok.

Untuk Anda yang perfectionist dan mencintai interior rumah yang bernuansa unik dan ethnic, gerabah Lombok sudah tidak perlu diragukan lagi tampilan fisiknya. Bentuk dan warnanya yang beragam siap untuk melengkapi tiap sudut rumah Anda.

Gerabah Lombok juga cocok dijadikan buah tangan untuk sanak keluarga dan yang terkasih.

Lokasinya yang gampang dicari dan sejalur menuju BIL (Bandar Udara Internasional Lombok) membuat Anda tidak perlu khawatir terlambat check-in (ya, tapi tetap, atur waktu sebaik mungkin dan memprediksi beberapa jenis probability yang mungkin terjadi. Terlena dengan cantiknya gerabah, misalnya).

Jadi, bagaimana? Cukup menarik bukan? Gerabah Lombok dari Desa Banyumulek siap bertemu dengan Anda. See you….

Baca Juga: Kerajinan Cangkang Kerang dari Ungga Lombok Tengah