Terperangah Oleh Kesegaran Pantai Seger Lombok Tengah

Agustus 24, 2017
4 min read

Lombok. Sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara. Secara geografis pulau ini berada di sebelah timur Pulau Dewata, Bali dan di sebelah barat Pulau Sumbawa.

Lombok memiliki begitu banyak julukan. The Sister Island of Bali, Pulau Seribu Masjid. Ada juga yang menyebutnya Pulau Seribu Pantai. Mana yang benar? Tentu saja semuanya benar.

Julukan The Sister Island of Bali muncul karena posisi pulau ini yang berdekatan dengan Pulau Bali, budaya dan Bahasa Sasak (suku asli Pulau Lombok) yang hampir mirip dengan Bali, banyak masyarakat dengan suku dan budaya Bali yang kental tinggal di Lombok.

Sedangkan julukan Pulau Seribu Masjid tentunya karena mayoritas masyarakat lombok beragama Islam dan terdapat banyak masjid di pulau ini.

Lalu dari mana datangnya sebutan Pulau Seribu Pantai? Bagi yang belum mengenal dan belum pernah sama sekali ke Lombok mungkin akan mengernyitkan dahi ketika mendengar julukan ini.

Bagaimana tidak, karena mungkin selama ini mereka hanya mengenal Pantai Senggigi sebagai satu-satunya pantai yang indah di pulau lombok. Padahal sebenarnya terdapat begitu banyak pantai indah di lombok yang berpotensi menjadi komoditas pariwisata.

Barat, timur, utara dan selatan. Seluruh sisi pulau ini mempunyai pantai-pantai dengan panorama alam yang sangat indah dan masih alami.

Contohnya, Pantai Elaq-Elaq dan Bangko-Bangko Indah di Lombok Barat, Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger di Lombok Tengah, Pantai Pink atau Pantai Tangsi dan Pantai Surga di Lombok Timur serta Pantai Sira, Pantai Kecinan, dan Pantai Nipah di Lombok Utara.

Pantai-pantai di Lombok memang tidak ada habisnya untuk dijelajah keindahannya. Apalagi jika kita mengunjungi pantai-pantai di Lombok Tengah bagian Selatan.

Selain Pantai Mandalika (sebelumnya dikenal dengan nama Pantai Kuta), cobalah mengunjungi sebuah pantai bernama Pantai Seger. Lokasinya di sebelah Timur Pantai Mandalika, di balik bukit yang berada di kawasan Hotel Novotel, Lombok Tengah.

Dari Bandara Internasional Lombok (tiket pesawat ke Lombok pesan di sini) wisatawan langsung saja menuju Kawasan Wisata Kuta dan menginap di penginapan atau hotel yang banyak tersebar di daerah itu (pesan hotel di sini).

Pantai Seger adalah sebuah pantai yang masih alami dan unik karena selain berpasir putih dan memiliki panorama perbukitan khas pantai-pantai Lombok Tengah bagian Selatan, pantai ini juga menampilkan panorama batu karang yang menyembul dari tengah laut yang kerap kali disebut dengan Batu Tengkong (Batu Jamur) yang dapat dicapai oleh pengunjung saat air laut surut. 

Sesuai namanya, pantai ini menyajikan pemandangan yang menyegarkan mata dan paru-paru pengunjungnya, khususnya ketika musim penghujan tiba. Berbeda ketika musim kemarau di mana perbukitannya akan sangat kering dan tandus.

Terdapat dua sisi Pantai Seger, yaitu Pantai Seger sisi luar dan dalam. Dari pintu masuk langsung terhampar di depan mata pemandangan cantik dari Pantai Seger Luar atau masyarakat lokal menyebutnya Pantai Seger 2.

Deretan perbukitan, batu karang yang menyembul dari tengah laut, pasir putih, langit biru dan warna air laut memanjakan mata kita. Pantai Seger memiliki tekstur pasir pantai yang unik.

Pada salah satu sisinya, pantai ini memiliki pasir bulat-bulat agak besar. Namun di sisi lainnya, terdapat pasir putih yang sangat mengundang para wisatawan untuk datang berkunjung.

Jika kita belok kanan dari pintu masuk Pantai Seger, maka akan tampak kawasan wisata Novotel dengan pemandangan Pantai Seger Dalam yang eksotis dengan sebuah jembatan membentang menuju ke Novotel dari Bukit Seger agak rusak sehingga cukup rawan untuk dilewati.

Biodrama Patung Legenda Puteri Mandalika di Pantai Seger

Pantai Seger Dalam atau Pantai Seger 1 menjadi lokasi event tahunan Bau Nyale yang menjadi legenda masyarakat Sasak di Pulau Lombok.

Bau Nyale adalah sebuah legenda yang melekat dalam kehidupan masyarakat Sasak. Bau Nyale adalah bahasa Sasak (Lombok) yang berarti Bau = dapat/menangkap, dan Nyale = cacing laut. 

Legenda Bau Nyale ini dirayakan sebagai event tahunan dalam bentuk Festival Bau Nyale, dimana masyarakat beramai-ramai menangkap cacing laut (nyale).

Nyale itu sendiri dipercaya adalah penjelmaan dari Puteri Mandalika yang menceburkan diri ke laut karena tidak ingin dimiliki oleh salah satu dari raja-raja yang ingin mempersuntingnya. 

Biasanya Festival Bau Nyale ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata setempat yang dihelat setiap tahunnya tiap Bulan Pebruari atau Maret yaitu ketika bulan purnama dalam Kalender Sasak.

Dibandingkan Pantai Seger Luar, ombak di Pantai Seger Dalam lebih disukai oleh wisatawan yang ingin berselancar atau surfing. Deburan ombaknya lebih ganas. Apabila kita menaiki bukit, maka kita akan dapat menikmati pemandangan Pantai Mandalika dan Tanjung Aan dari ketinggian.

Pantai Seger, benar-benar membuat  Segar!

Baca Juga: Hiking Seru ke Pantai Pengantung, Spot“Anti-Mainstream” di Selatan Lombok