The Old but Gold – Kota Tua Ampenan

Oktober 29, 2017
3 min read

Lombok tidak hanya kaya akan wisata panorama. Di pulau kecil ini kita juga bisa berwisata sejarah, sejenak melihat ke belakang, menengok serpihan-serpihan sejarah masa lampau.

Tepatnya di pusat Kota Mataram, wisata sejarah itu bisa kita lakukan.

Seperti halnya kota-kota lainnya di Indonesia, Lombok, atau lebih tepatnya Kota Mataram sebagai ibu kota NTB ini juga punya kota tua yang sejak jaman dahulu hingga kini masih kokoh berdiri meski tampak tak terurusi.

Inilah dia kota tua Ampenan yang lokasinya ada di kawasan simpang lima Ampenan yang berada tidak jauh dari pusat Kota Mataram.

Menurut beberapa sumber  kata Ampenan sendiri berasal dari bahasa sasak “amben” yang berarti singgah. Pada jaman dahulu, pada tahun 1928, Belanda resmi membangun Pelabuhan Ampenan.

Disebut-sebut kalau jaman dahulu Pelabuhan Ampenan menjadi salah satu dermaga utama di Pulau Lombok.

Tidaklah heran, pasalnya letak Pelabuhan Ampenan cukup strategis karena langsung berbatasan dengan selat Lombok, selat yang menghubungkan pulau Bali dan pulau Lombok.

Namun seiring berjalannya waktu, hiruk pikuk Pelabuhan Ampenan pun kian tak terdengar lagi.

Pelabuhan Ampenan tidak lagi menjadi pelabuhan utama di Lombok setelah pelabuhan resmi di pindah ke Pelabuhan Lembar yang kini menjadi pelabuhan utama di Lombok.

Salah satu bukti nyata akan eksistensi Pelabuhan Ampenan adalah puing-puing dermaga yang masih beridiri di tengah-tengah Pantai Ampenan yang tak lekang meskipun termakan jaman dan tergerus ombak pantai puluhan tahun.

Puing-puing dermaga inilah yang kemudian banyak dijadikan objek foto menarik bagi mereka yang hobi mengabadikan puing-puing sejarah dalam jepretan kamera.

Sementara bagi masyarakat setempat, puing-puing dermaga ini menjadi spot favorit mereka untuk memancing.

Tidak hanya Pelabuhan Ampenan, kota tua Ampenan memiliki daya tarik lain yaitu bangunan-bangunan khas jaman dahulu yang masih tegak berdiri meskipun terlihat rapuh.

Bangunan-bangunan di kota tua Ampenan ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai spot yang menarik untuk berfoto ala-ala vintage.

Selain pesona pelabuhan dan bangunan tua, Ampenan masih mempunyai sisi menarik lainnya yaitu masyarakat berbeda latar belakang suku dan agama yang tinggal di daerah tersebut hidup rukun dalam perbedaan.

Sebagian besar Ampenan dihuni oleh 3 etnis yaitu warga Tionghoa, Arab dan Bugis.

Sejak lama mereka hidup berdampingan tanpa bersinggungan. Segala aktifitas seperti berdagang hingga aktifitas keagamaan berada dalam satu kawasan.

Hal ini terlihat dari banyaknya toko-toko yang pemiliknya adalah warga Tionghoa dan Arab dengan bangunan toko yang masih kuno.

Setelah Puas memutar waktu ke jaman dulu dengan berkeliling ke kota tua Ampenan, jangan sampai melewatkan momen epik menonton matahari terbenam di pelabuhan lama Ampenan.

Sudah lama sejak pelabuhan tidak lagi berfungsi sebagai pelabuhan utama, Pelabuhan Ampenan pun menjadi tempat wisata yang kian hari terus dibenahi.

Duduk di pinggir pantai Menikmati cantiknya senja yang terbenam di pelabuhan lama sembari membayangkan kembali betapa sibuknya pelabuhan ini pada jaman dahulu.

What a gold moment! Memutar waktu ke masa lalu kala Pelabuhan Ampenan masih berjaya, ditemani deburan ombak serupa musik alam yang mengantar senja kembali ke peraduan.