Makin Akrab dengan Kuliner Lombok Selatan

Oktober 11, 2017
4 min read

Tentu cukup sulit terhindarkan untuk menikmati berbagai variasi makanan olahan daging hewan qurban. Baik itu sapi atau pun kambing. Pernah tinggal di dua tempat dengan latar budaya serta kuliner yang cukup berbeda, selalu menarik bagi saya untuk tetap explore resep-resep kuliner khas daerah tertentu.

Bagi sobat Ezy yang pernah berkunjung ke Semarang Jawa Tengah, tentu akrab dengan menu-menu seperti tongseng dan tengkleng. Sementara, jika di Lombok, umumnya daging sapi atau kambing lebih sering dimasak dengan bumbu beleq (beleq: besar, Bahasa Sasak). Lebih dikenal dengan gulai, baik berkuah santan pun tidak.

Lombok Selatan juga memiliki beberapa kuliner khusus. Kadung lebih dikenal sebagai daerah wisata dengan pantai-pantai cantik, saatnya Anda semua mencoba kuliner mereka.

Tiga kuliner lombok selatan yang akan saya ulas di sini memang masih jarang ditemukan di pusat-pusat kuliner umum seperti lesehan-lesehan apalagi resto-resto di hotel, terutama Kelak Romot dan Pepes Tain Lale. Tentu saja tak mengurangi semangat untuk tetap tahu tentang kuliner-kuliner ini kan?

1. Daging Sapi Kelak Romot

Adik bungsu saya beroleh jodoh dari desa Sepit kecamatan Sakra Lombok Timur. Meski masuk di kabupaten yang identik dengan wilayah sisi timur pulau Lombok, desa ini termasuk juga dikenal sebagai bagian Lombok Selatan.

Kawasan yang sempat mewacana menjadi daerah pemekaran kabupaten Lombok Selatan.

Di mana sih yang disebut sebagai Lombok Selatan?

Jika pengalaman traveling Anda lebih sering mengingat Lombok Selatan identik dengan kawasan wisata sepanjang kawasan selatan pulau Lombok, daerah untuk temukan kuliner Kelak Romot ini berada di kawasan lebih ke timur.

Tepatnya di pertengahan jalur dari Bandara Internasional Lombok (BIL) yang menuju pantai Pink atau pantai Tangsi Lombok Timur. Bisa juga diakses dari kota Selong, kota kabupaten Lombok Timur, berkendara sekitar 1 sampai 2 jam perjalanan ke arah selatan atau tenggara pulau Lombok.

Kelak Romot sebenarnya mirip dengan gulai daging sapi yang umumnya dimasak di banyak daerah di Lombok. Pembeda utamanya, pemberian daun asam. Di mana di masakan lainnya, umumnya yang ditambahkan justru kuah atau pasta kental dari asam matang yang dilumatkan bersama air matang.

Bumbu beleq khas Lombok, lengkap dari bumbu dasar gulai seperti merica, ketumbar, jinten, kapulaga dan lada. Tambahan lainnya, cengkeh kering, kayu manis, beberapa bumbu kering lain yang masih belum saya temukan padanan penyebutannya, baik di bahasa Indonesia atau pun bahasa Jawa.

Kelak Romot bisa untuk bagian daging sapi mana pun, namun lebih sering dimasak untuk bagian tulang (bebalung, bahasa Sasak). Bagi saya, kuah bening namun kaya rasa bumbu rempah ini semakin terasa sedap jika dinikmati bersama dengan taburan kacang kedelai goreng, sayur pedis panas plus kriuk gurih kerupuk kulit asli.

2. Pepes Tain Lale

Berikutnya, Pepes Tain Lale (penulisan Lale, untuk penutur Meno-Mene seperti saya yang tinggal di Lombok Timur) dengan penyebutan ‘tain lele’. Meski sebenarnya saya sendiri bukan penggemar lauk serba pepes, demi apdet kuliner para sobat Ezy, saya bela-belain cicip kuliner ini.

Relatif masih mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional di Lombok, pepes berbungkus daun pisang ini juga menjadi salah satu kuliner lombok selatan yang dijajakan di bakul penjual menu lauk pauk matang.

Kekhasannya yaitu campuran ampas santan yang diperoleh dari proses membuat minyak kelapa sendiri. Misalkan ingin membuat minyak kelapa dari sebutir kelapa yang cukup tua. Tain lale (ampas santan) yang diperoleh cukup untuk 1 sampai 4 bungkus pepes.

Warna tain lale sendiri variatif, tergantung selera. Ada yang lebih suka warna yang mirip santan, cenderung putih. Ada pula yang lebih menyukai ampas lebih coklat. Warna ampas santan ini yang nantinya juga akan memberikan warna berbeda di pepes.

Rasa khas lain dari kuliner pepes Lombok Selatan, pemberian daun kemangi segar. Sangir dan wangi daun kemangi bisa menjadi sedikit penetral amis ikan. Bumbu dasarnya tak jauh berbeda dengan sayur pedis panas, yaitu sambal terasi plus bawang putih dan bawang merah juga laos.

Oh iya, untuk yang tak menyukai rasa terasi, sebaiknya konfirmasikan dulu ke rumah makan atau bakul penjual lauk pauk yang sediakan pepes ini. Jamak bagi orang Lombok, tetap berikan tambahan terasi di kuliner-kuliner mereka. 

Varian lauk yang dijadikan pepes, umumnya ikan laut atau jenis teri-terian. Tentu saja jika tak suka rasa ikan, Anda bisa menggantikannya dengan ayam atau daging sapi.

3. Sayur Pedis Panas

Di ulasan tahun lalu, salah seorang kawan kontributor saya di web travel ini sudah mengulas sayur pedis panas. Namun, tentu akan lebih lengkap jika saya sertakan kembali di ulasan saya kali ini. Mengapa? Kelak Romot, pepes tain lale, terasa lebih afdol jika dinikmati bersama sayur ini.