Mari Berburu Kuliner Pasar Tradisional Lombok Nan Lezat

Oktober 22, 2017
4 min read

Ada nggak sih Travelers yang hobinya sama dengan saya, blusukan ke pasar tradisional demi kuliner khas nan lezat? Meski belum pernah temani tamu wisatawan Indonesia blusukan ke pasar-pasar tradisional di Lombok, Travelers yang berburu kaos-kaos Lombok sebagai oleh-oleh di pasar Cakranegara akan sering jumpai bule-bule juga blusukan di tempat ini.

Tertarik blusukan juga? Intip kuliner pasar tradisional Lombok yang highly recommend buat Travelers buru!!

Sebelum mulai blusukan, tenang, dari sekian banyak pasar tradisional di Lombok saya rekomendasikan beberapa pasar yang relatif dekat dari hotel atau tempat menginap favorit Travelers selama berlibur di Lombok. Duh, sabar yaaa, contekannya akan saya bagi lengkap segera.

Target blusukan pertama, pastinya di seputar Lombok Barat, terutama yang dekat dari kawasan wisata pantai Senggigi serta kota Mataram. Pasar mana saja nih yang rekomended buat berburu kuliner pasar tradisional Lombok?

Yang paling nyaman, mudah diakses plus bisa sekalian blanja-blanji kaos dan pernak-pernik bersablon atau motif khas Lombok ya di pasar Cakra. Tepatnya persis di komplek belakang pos polisi perempatan kawasan perdagangan terbesar Lombok Cakranegara.

Patokan paling simpel lainnya, perempatan terakhir jalur searah yang masing-masing los tokonya paling banyak pedagang atau toko emas. Parkir atau turun dari angkotnya bisa dari sisi kanan atau kiri (searah lajur jalan menuju Lombok Timur).

Pasar ini saya rekomendasikan karena selain bisa dapatkan kuliner khas Lombok, bagi Ezytravelers yang non-muslim juga bisa dapatkan kuliner khas Bali.

Hmmm? Iya, pasar Cakranegara memang juga menjadi lapak dagang dari masyarakat Lombok keturunan Bali. Jadi, jangan sungkan memastikan lapak kulinernya a la Lombok atau Bali ya.

Meski kadang-kadang pembedanya cukup jelas terlihat, biasanya lapak pedagang Bali letakkan canang sembahyang di salah satu sudut.

Kuliner pasar tradisional Lombok terdiri dari jenis jajanan basah dan kering, lauk dan kudapan sayur.

Lapak jajanan basah komplit biasanya sediakan serabi kecil dengan penyajian topping parutan kelapa yang disiram kuah gula merah, berbagai olahan tepung kanji seperti geguli (Di Jawa disebut cenil), olahan tepung beras, ketan, sagu dan lumatan halus ubi jalar (masing-masing sesuai urutan: keludan, lupis, kacamata dan lempog).

Oia, ini penyebutan khas a la Lombok Timur, kampung kelahiran saya. Bisa jadi berbeda penyebutan di daerah lainnya di Lombok. Semua jenis kue basah ini juga disajikan dengan topping parutan kelapa dan siraman gula merah kental.

Kuliner kue kering dan bisa banget jadi bekal travelling atau oleh-oleh buat sahabat, pun kerabat Ezytraveler di rumah, diantaranya jaje komak, temerodok yang manis atau jaje tarik.

Jaje tarik dan jaje komak umumnya terasa tawar, terbuat dari tepung beras, sedikit santan dan garam. Jaje komak dibentuk sederhana dari pinggiran gelas minum dan disebut komak karena bentuknya yang mirip sayur komak atau kecipir.

Jaje tarik sendiri dibentuk dengan bantuan alat bergerigi, ditarik dan diputar dari celah yang sudah dibuat dengan alat ini di bagian tengah kue, disatukan di masing-masing ujungnya baru kemudian digoreng. Varian rasa manis dari jaje tarik disebut untir-untir.

Di lapak lauk atau nasi bungkus, saat ini cukup sulit temukan pedagang yang sediakan ebatan. Sebagian besar menu lauk terbuat dari daging-dagingan.

Gulai dan rendang daging sapi, berbagai olahan ayam dan telurnya serta terkadang dilengkapi lauk kering seperti abon dading sapi atau empal daging a la Lombok yang disebut ‘Rarit’.

Menu sayur di lapak ini sebagian besar masakan tumis, seperti sambel antap (: tumis atau oseng kacang panjang), sayur nangka muda dan kadang-kadang sayur ares (cacahan atau potongan kecil batang pisang muda dengan kuah santan warna kuning).

Khusus bagi Travelers yang tak tahan rasa pedas, berbagai pilihan sayur bisa diminta sedikit saja. Atau minta tanpa sambal, karena hampir semua menu masakan Lombok yang berbumbu, default rasa pedasnya di atas rata-rata.

Nah, sudah dapat contekan jenis kuliner buat blusukan di pasar tradisional Lombok, waktunya buat Travelers nikmati sendiri momen blusukannya dan kelezatan masing-masing kuliner di atas.

Pasar Cakranegara, Pasar Kebon Roek, dua pasar tradisional terdekat dari kota Mataram atau kawasan wisata pantai Senggigi bisa menjadi destinasi utama hunting kuliner tradisional ini.

Di Lombok Timur sendiri, tentu saja saya rekomendasikan Pasar Pancor, satu lokasi dengan terminal Damri yang layani rute Lombok Timur ke BIL pp. Oia, kuliner-kuliner di atas bisa didapatkan di jam buka pasar sepanjang pagi, mulai dari pukul 7 sampai waktu sebelum makan siang. Happy hunting, then..