3 Motif Tenun Khas Sasak – Lombok Yang Harus Anda Miliki

Januari 4, 2018
4 min read

Lombok tidak hanya menjanjikan wisata alam, wisata kuliner dan Wisata agama, namun juga adat istiadat yang khas. Adat istiadat yang jamak dilaksanakan beberapa suku besar yang ada di pulau seluas 5.435 km² ini.

Salah satu bagian dari adat istiadat Lombok, corak kain tenun ATMB (Alat Tenun Bukan Mesin). Kain tenun merupakan produk khas banyak masyarakat adat dari suku-suku di Indonesia, termasuk Sasak.

Suku Sasak, suku terbesar di pulau yang juga dijuluki pulau ‘Seribu Mesjid’.

Corak kain tenun khas Sasak terbagi menjadi 3 bagian besar, yaitu sentra tenun desa Sukarara di Lombok Barat, sentra tenun sekaligus desa adat Sade di Lombok Tengah serta sentra tenun desa Pringgasela di Lombok Timur.

Kemudian, dengan sudah formalnya Kabupaten Lombok Utara, bukan tidak mungkin ke depan nanti, akan berkembang corak tenun khas yang menggambarkan adat istiadat masyarakat Lombok Utara.

Berikut adalah sentra kerajinan khas lombok dalam bentuk kain tenun.

Sentra Tenun Sukarara

Lokasi dan nama Sukarara sebagai sentra tenun sudah umum diketahui mengingat promo-promo yang sudah dilakukan sejak awal 1990-an, hampir seperempat abad lalu.

Sejak beroperasinya BIL-Bandara Internasional Lombok, lokasinya bahkan semakin dekat dus menjadi jalur yang pasti dilewati dari BIL ke Mataram, atau sebaliknya.

Pun bisa sekaligus menikmati nasi Puyung, karena desa sentra tenun ini hanya beberapa menit saja dari Warung Nasi Puyung Inaq Esun yang terkenal itu.

Sejak kembali menetap di Lombok di awal Pebruari 2013 lalu, saya sudah beberapa kali berkunjung ke tempat ini. Selain untuk update pengetahuan motif-motif tenun terbaru, tentunya juga membelikan beberapa pesanan kain tenun dari klien-klien dari Jakarta.

Bahan kain tenun Sukarara sebagian besar dari benang kapas. Salah satu toko terbesar di desa sentra tenun ini, memiliki ruang khusus untuk memintal benang, juga pewarnaannya.

Pewarnanya sendiri umumnya terbagi dua, pewarna alami dan pabrikan (kimia). Cara membedakan efek dari dua jenis pewarnaan ini, hasil pewarnaan alami biasanya lembut, soft dan tidak mencolok.

Sebaliknya, warna-warna terang, mencolok dan cerah merupakan efek dari pewarnaan bahan pabrik. Bahan-bahan sarung, set selendang dan bahan pakaian, sebagian besar menggunakan pewarna pabrik.

Sedikit dari tenunan bahan-bahan sarung, sebagian besar selimut (ukuran bahan jauh lebih panjang dan lebih lebar), juga Sasambo (tenunan khusus dengan motif-motif campuran khas Lombok –Gecko, cacing laut Nyale, berugaq–, dan motif-motif Sumbawa Bima) menggunakan pewarna alami dengan warna-warna soft.

Beberapa nama motif tenun yang cukup laris sepanjang 2014 lalu: Motif Pengantin untuk pajangan, Motif Rangrang untuk bahan pakaian, Motif Keker dan Motif Gecko untuk tenun pajangan juga set bahan pakaian (selendang dan bahan kain selebar 2,5m2).

Sentra Tenun dan desa adat Sade

Sade sendiri berada di jalur wisata yang juga ramai karena terletak persis di pinggir jalan raya BIL ke pantai Kuta-Lombok Tengah, juga pantai-pantai wisata lainnya di sepanjang sisi selatan pulau Lombok.

Benang dan teknik pewarnaan masih mirip dengan yang dilakukan di Sukarara, namun dengan motif yang tidak sekompleks motif di Sukarara.

Yang cukup sering di update justru motif-motif tenun selendang atau syalnya.

Lebih sering disebabkan oleh selalu ramainya para pengunjung dari berbagai macam kalangan, pebisnis bahkan sampai para pendaki gunung, tak jarang para pengunjung ini justru memesan motif tertentu pada syal untuk dijadikan oleh-oleh serta hasilnya baru dipaketkan penjual di Sade ke alamat-alamat pemesan yang umumnya berasal dari Pulau Jawa.

Sentra Tenun Pringgasela

Ke arah timur, Anda juga harus mengunjungi sentra tenun satu ini. Mengapa? Karena motif garisnya harus melengkapi koleksi tenun Sasak Anda. Meski terkesan hanya satu motif saja, namun pilihan warnanya dan tekstur garislah yang memberikan kesan berbeda.

Ketiga motif besar diatas, umumnya sudah bisa melengkapi koleksi tenun khas Lombok Anda. Harga pun bervariatif. Mulai dari puluhan ribu sampai di angka seratus ribu untuk syal atau selendang.

Juga patokan harga sama, sampai jutaan untuk batik lukis Sasambo serta tenun berbahan benang sutera atau benang emas. Akan lebih afdol, jika Anda sendirilah yang berkunjung, memilih dan membeli motif serta koleksi tenun sesuai selera dan karakter kepribadian Anda. Harus!