Cidomo Lombok, Alat transportasi unik untuk wisatawan

Desember 27, 2017
3 min read

Alat transportasi unik ini namanya Cidomo Lombok, singkatan dari Cikar-Dokar-Motor. Sobat travelers pernah naik atau melihat cidomo saat ke Lombok?

Jika belum, maka please deh, perjalanan kalian belum afdhol! Bagi yang sama sekali belum pernah ke Lombok, jangan lupa untuk membuat bold note “naik cidomo” saat nanti mengunjungi Lombok. Hehehe..

Dulu, dulu sekali saat masih kanak-kanak, saya adalah pelanggan setia angkutan ini. Berangkat sekolah, ke pasar, atau ke rumah teman, cidomo menjadi satu-satunya alat angkut murah meriah, aman bersahabat dan terjangkau.

Cidomo Lombok adalah alat angkut tradisional khas Lombok. Sesuai namanya, cidomo adalah perpaduan antara cikar-dokar-motor. Kok? Iya! Begini penjelasannya. Cikar adalah cikal bakal cidomo.

Bahan pinggirnya terbuat dari kayu dan bentuknya seperti gerobak tanpa atap dengan ban berbahan kayu yang dilapisi karet. Cikar menggunakan sapi sebagai hewan penariknya.

Meski jarang, sampa. i sekarang, cikar masih dapat ditemui di daerah pedesaan. Fungsinya lebih sering sebagai pengangkut barang, hasil panen, atau keperluan bangun rumah seperti pasir, batu bata atau kerikil.

Lain cikar lain pula dokar. Dokar mirip cikar namun sudah memiliki atap dan ditarik kuda. Motor? Motor sudah pasti menggunakan teknologi mesin. Hehehe.

Nah, cidomo merupakan kombinasi ketiganya. Gerobak berbahan kayu, beratap, dan ditarik kuda. Lalu bagian apa yang diambil motor? Ternyata bagian yang diambil dari kendaraan bermotor adalah bannya.

As simple as that. Simpel tapi punya makna filosofis.

Tidak ada informasi yang jelas sejak kapan cidomo mulai digunakan sebagai alat transportasi di pulau Lombok. Tapi yang jelas keberadaanya muncul dari budaya agraris dan kebiasaan suku Sasak memelihara kuda.

Konon dulunya cidomo memang khusus dimanfaatkan untuk mengangkut hasil panen, namun lama kelamaan berkembang sebagai alat angkut apa-saja.

Meski terlihat sederhana, proses pembuatan cidomo Lombok cukup rumit dan memakan waktu cukup lama. Tidak semua orang membuat cidomo. Biasanya pekerjaan ini turun temurun dan diteruskan ke anak cucu sebagai kreator.

Di kota Mataram keberadaan cidomo masih mudah ditemukan, meski trayeknya sudah banyak berubah, tidak di semua jalur seperti dulu.

Keberadaan cidomo kini juga bersaing dengan banyaknya ojek dan mudahnya kepemilikan kendaraan. Saat masih kanak-kanak dahulu, para pelajar ramai menggunakan cidomo, kini sudah berganti motor.

Cidomo Lombok kini identik dengan alat angkut ke dan dari pasar. Pelanggan setia cidomo kini adalah ibu- ibu pedagang atau mereka yang hendak berbelanja ke pasar.

Jika dahulu dengan mudahnya kita bisa menemukan cidomo dari pagi sampai malam hari, kini cidomo hanya beroperasi sampai siang saja.

Well, change happens. No worries though, intinya cidomo masih eksis! Di Gili Trawangan, cidomo bahkan menjadi alat transportasi utama.

Alat transportasi tradisional ini sebenarnya asyik banget buat dipakai jalan-jalan santai keliling kota sambil wisata belanja, apalagi jika tak ada target waktu.

Price? Saat harga-harga semua naik saat ini, harga cidomo relatif tetap murah tergantung jarak; jauh-dekat. Dengan Rp.3.000 kita masih bisa kok merasakan keseruan naik cidomo jarak dekat. Cihui!

Dalam beberapa event daerah, ke-eksisan cidomo juga berusaha untuk terus dijaga oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah parade cidomo hias dalam rangka ulang tahun Kabupaten Lombok Tengah beberapa waktu lalu.

Wow, image cidomo yang tadinya Cuma alat angkut tradisional langsung naik kelas. Sebetulnya, wisata bercidomo ini bisa banget jadi ikon daerah di Lombok.

Jika cidomo dipercantik, dibuat trayek tur yang jelas, dan dipromosikan ulang dengan apik, bukan tidak mungkin keberadaan cidomo akan naik kelas lagi.

Well, lepas dari popularitas keberadaan cidomo Lombok, Sobat travelers yang berencana ke Lombok, wajib mencoba alat transportasi ini.

Luangkan beberapa jam dari rencana liburan kamu untuk duduk cantik bersama pak kusir di atas cidomo.

Saran saya sebaiknya mencoba cidomo tidak hanya di Gili Trawangan, justru akan lebih seru jika dicoba sembari mengunjungi pasaratau daerah pedesaan. Lokalnya lebih berasa!

Jadi, kalo ke Lombok, harus coba naik cidomo!