Napak Tilas Sejarah dan Budaya Lombok, Ke Museum NTB Aja!

Oktober 13, 2017
3 min read

Berkunjung ke suatu daerah rasanya kurang lengkap jika tidak menyempatkan diri menapaktilasi jejak sejarah. Perbedaan waktu, generation gap, yang jauh justru menjadi alasan utama mengapa kita yang muda perlu belajar mengapresiasi sejarah. History has put a stepping stone for its future generation to develop.

Jika berkunjung ke Lombok, maka sempatkanlah mengenal pulau ini lewat ulasan sejarahnya di masa lampau. Datanglah ke Museum Provinsi NTB yang berada di Kota Mataram, Lombok.

Seperti namanya, jika berkunjung kesini maka yang anda dapatkan tidak hanya informasi tentang Lombok, tapi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Museum Provinsi NTB berlokasi di Jl. Panjitilar No. 6, Kota Mataram. Letak museum ini sangat strategis, dekat dari pusat kota. Begitu sampai, pengunjung akan melihat bentuk bangunan yang unik.

Iya, atap bangunan depan Museum NTB memang dibuat menyerupai bangunan khas Sasak. Taman yang asri dengan bangku-bangku panjang di lobi museum menambah kenyamanan tempat ini.

Di bagian kiri taman ada berugaq sekenem dan sekepat mini yang dapat digunakan pengunjung untuk beristirahat melepas lelah.

Menuju ruang koleksi tetap, pengunjung disambut oleh meriam kuno dan jangkar peninggalan Belanda. Memasuki museum kita akan disambut oleh manekin pasangan penganting yang berpakaian khas suku-suku di NTB: Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Secara umum, koleksi Museum Provinsi NTB berisi benda-benda peninggalan sejarah perjalanan NTB dan masyarakatnya, mulai dari koleksi pra sejarah, seperti alat pertanian dan alat dapur, patung, topeng, senjata, barang yang dianggap memiliki kekuatan magis, dan masih banyak lainnya.

Beberapa sudut Museum NTB cukup menarik perhatian saya. Diantaranya adalah koleksi kerajaan Bima yang masih tersimpan rapi. Bendera perang, topi, ikat pinggang, dan pakaian kebesaran Sultan Bima.

Semuanya seakan-akan membawa kita kembali ke masa dimana kerjaan/kesultanan masih menjadi bentuk pemerintahan di provinsi ini.

Selain itu ada juga peta yang menunjukkan perlawanan rakyat NTB terhadap kekuasaan Hindia Belanda yang tersebar di beberapa titik di Pulau Lombok dan Sumbawa. Jumlahnya pun tidak kurang dari 10 titik perlawanan. Weww, nice info!

Koleksi menarik lainnya adalah catatan sejarah mengenai Lombok yang dituliskan di daun lontar atau biasa disebut takepan. Jenis bahasa yang digunakan pun beragam, ada bahasa Sasak, Jawa Madya, dan bahasa Kawi.

Selain itu ada juga koleksi naskah yang bentuknya unik. Meski tidak mengerti sama sekali, tapi sangat menarik melihat bagaimana para leluhur dulunya menuliskan sejarah, it’s very neat and structured.

Selain itu, ada koleksi topeng yang cukup unik. Setiap topeng ternyata memiliki karakter dan nama masing-masing. Keren, I think I have to watch mask performance next time!

Menurut salah satu staff, jumlah koleksi museum Provinsi NTB berjumlah tidak kurang dari 300. Tidak semuanya dipajang karena membutuhkan perawatan khusus dan disimpan rapi di ruang penyimpanan.

Selain menjadi alternatif wisata sejarah untuk wisatawan. Museum Provinsi NTB sangat cocok dikunjungi oleh pelajar dan keluarga.

Yuk ke museum, biar liburan makin berwarna!