Paper Craft Unik Ala The Griya Lombok, Solusi Sampah Kertas

Agustus 11, 2017
4 min read

Selain cinta, sepertinya sampah menjadi salah satu topik yang tak kunjung selesai dibahas. Tsahhh…

Di Indonesia, di belahan dunia lainnya, dimana-mana. Di perkotaan atau pedesaan. Di rumah, sekolah juga kantor. Di laut, hutan, sampai ke gunung. Iya, kita manusia menghasilkan sampah setiap hari.

And that’s complicated. Seriously. Hebatnya, selalu ada orang-orang yang melihat keribetan itu sebagai peluang untuk menyalurkan kreatifitas yang sekaligus punya nilai ekonomi. Salah satunya adalah The Griya Lombok, studio sampah kertas, yang kreasinya patut diacungi jempol.

Saya dibuat takjub saat kali pertama menyambangi tempat ini. Itupun tanpa rencana. Pertemuan dengan Pak Theo, seniman kertas yang sekaligus pemilik The Griya Lombok berawal dari event bersih-bersih pantai lintas komunitas.

Pak Theo saat itu menawari kami yang sudah mandi keringat untuk sekedar melepas lelah sambil ngopi cantik di rumahnya. Cihuyy! Bersih pantai? Wah berarti lokasi galeri kertas pak Theo dekat pantai dong?

Yup! The Griya Lombok berada di kawasan pantai Penghulu Agung, Ampenan. Not famous as Senggigi, tapi cukup menenangkan untuk sekedar cuci mata, jalan-jalan santai, nungguin sunrise atau sunset. (emang ada pantai di Lombok yang nggak cantik? Hehehe..).

Lokasinya terbilang strategis, yang intinya deket pake banget dari pusat kota.

Hal pertama yang bikin jatuh cinta dengan galeri The Griya Lombok adalah eksteriornya yang okeeeee punya! Perpaduan nuansa kebun dengan sentuhan modern minimalis.

Ada gazebo kecil untuk beristirahat. Pojokan kursi panjang dengan payung untuk menaungi. Suasananya sejuk dan asri. And you know what? Kursi-kursi dan meja di front garden ini terbuat dari bahan kertas. Cool! 

Awalnya saya nggak percaya, sampai akhirnya saya masuk ke galeri kertas dimana pak Theo memajang hasil karyanya. Lagi-lagi saya hanya bisa berdecak kagum. Surprise! *maafkan keudikan saya..hehe, secara memang nggak pernah ketemu seniman kertas sebelumnya.

Kreasi pak Theo sangat beragam. Mulai dari pajangan-pajangan kecil semisal quote on paper, asbak, rumah lumbung, sampai yang lebih besar semisal tempat lampu, vas bunga, wallpaper, aneka bentuk pajangan khas daerah, dan yang sangat besar, hehe.. seperti kursi dan meja.

Rasa takjub saya belum juga selesai. Apalagi setelah tahu bahwa semua kreasi unik tadi dibuat hand-made, real hand-made, tanpa ada sedikitpun bantuan mesin. Masih ingat cara membuat bubur kertas seperti yang diajarkan di sekolah dulu?

Well, semua kreasi disini dibuat dari bubur kertas. Pak Theo hanya bermain di jenis kertas yang digunakan. Tidak hanya kertas biasa atau kertas koran, beliau juga menggunakan kardus dan bekas tray telur.

Can you believe that? Pak Theo sendiri mengaku mempelajari seni kertas ini secara otodidak. “Inginnya membantu mengurangi masalah sampah. Karena di Lombok belum ada yang konsen ke sampah kertas, maka saya pilih kertas,” jawab pak Theo saat ditanya perihal alasan.

Finishing produk umumnya cukup dicat dengan akrilik. Ada juga yang dipermanis dengan tambahan serbuk kayu.

The Griya Lombok memang bukan sekedar galeri kerajinan kertas biasa. Kita bisa pesan makanan dan minuman ringan. Setelah sekian kali berkunjung kesini, menu favorit saya adalah french fries sambal dan es jerus (once you’re here, you really have to try them!).

Tempat favorit? Selain menyediakan gazebo dan kursi-kursi cantik di halaman depan, masih ada spot kece lainnya. Lantai atas galeri disulap menjadi ruang peribadatan (wihara pribadi) yang menyatu dengan pojok sunrise (anggap saja namanya demikian, hee).

Ada beberapa meja dengan kursi-kursi yang sengaja disediakan untuk para pengunjung. The view is pretty awesome from here! Pemandangan sawah dan pantai akan memanjakan pengunjung.

Wait! The Gallery Lombok masih punya satu lantai lagi. Naik ke atas, kita akan melewati perpustakaan mini dan ruang sempit yang lebih tampak seperti private room dengan beberapa lukisan unik. Nah dari atas sini, view makin indah terlihat!

Setelah kunjungan pertama, saya makin sering main ke The Griya Lombok. Souvenir kantor tempat saya bekerja pun berasal dari tangan ajaib pak Theo. Ia juga menerima kunjungan sekolah atau mahasiswa yang ingin belajar berkreasi dengan kertas.

Makin kesini, The Griya Lombok makin kebanjiran pesanan. Desain produknya pun makin beragam. Fyi, produk kertas ini sudah diekspor ke beberapa negara loh! Range harganya beragam, mulai dari IDR 10k sampai puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Meriahnya Festival Muharam di Kota Selong, Lombok Timur