Ritual adat Rebo Buntung dan Tetulak Tamperan Pringgabaya

Oktober 24, 2017
3 min read

Keseluruhan prosesi adat sebenarnya telah dimulai di awal bulan Safar. Tapi tenaaang, Sobat travelers cukup luangkan pekan terakhir bulan Safar (untuk tahun 2016, bertepatan di minggu ke-3 Nopember.

Tahun depan kemungkinan akan dilaksanakan di awal Nopember—menyesuaikan dengan bulan Safar penanggalan Hijriah) untuk saksikan langsung prosesi-prosesi puncak yaitu Rebo Buntung dan Tetulak Tamperannya.

Ritual adat Rebo Buntung prinsipnya mewajibkan setiap masyarakat Pringgabaya untuk berkegiatan di luar rumah.

Jadi, sepanjang hari saat pelaksanaan rangkaian prosesi ritual adat, segenap lapisan masyarakat sibuk melaksanakan prosesi Rebo Buntung.

Rebo Buntung menjadi puncak prosesi dari tiga rangkaian acara yang dilaksanakan di bulan sebelumnya, tepatnya pada Muharam.

Ada Tetulak Desa, Tetulak Gubuq dan terakhir Tetulak Otak Reban di mana semua mata air di sekitar Pringgabaya didatangi.

Inti dari tiga prosesi awal ini yaitu doa bersama seluruh lapisan masyarakat Pringgabaya agar terhindar dari wabah penyakit, bencana alam serta di satu sisi juga sebagai perwujudan rasa syukur atas panen atau hasil melaut yang selama ini diterima.

Tiba di prosesi puncak, sesepuh adat dan tokoh masyarakat yang terlibat di panitia inti mulai bersiap sejak pagi. Pelarungan kepala sapi beserta sesajen pelengkap lainnya, disebut juga Tetulak Tamperan.

Saya yang sudah berharap dapat ikuti prosesi puncak ini sejak akhir tahun lalu, abaikan terik menyengat di pantai Tanjung Menangis.

Rasa magis menyaksikan langsung urut-urutan prosesi Rebo Buntung, sampai dilarungnya kelengkapan Tetulak Tamperan mengingatkan betapa kita manusia sungguh tak bisa benar-benar terlepas dari alam.

Ritual yang sudah dilaksanakan selama seabad lebih ini tetap terasa up to date, tak tergerus perubahan jaman.

Tetulak Tamperan

Prosesi di bawah naungan terpal pelindung dari para sesepuh adat, tokoh masyarakat serta pejabat dan tamu undangan selesai. Iring-iringan pembawa sesajen dan kepala sapi kini bergerak ke pantai.

Satu perahu yang telah disiapkan membawa sesajen menunggu, dan segera penuh oleh rombongan pembawa sesajen.

Seusai pelarungan sesajen, beramai-ramai masyarakat serta segenap undangan yang hadir santap bersama, dilanjutkan mandi pantai sampai sore hari.

Pantai Ketapang dan pantai Tanjung Menangis terletak di dusun Ketapang kecamatan Pringgabaya.

Saat ini ruas jalan raya menuju dua spot pantai cantik yang dilengkapi dermaga mini sudah terhubung dengan banyak daerah lainnya di Lombok. Saya sendiri bisa memilih melalui jalur timur, yaitu Selong-Tanjung-Korleko-Pringgabaya.

Untuk traveler yang umumnya sering memilih menginap di hotel-hotel terbaik di Senggigi atau kota Mataram Lombok Barat (Lobar).

Ruas jalan utama lintas tiga kabupaten (Barat, Tengah dan Timur, atau jalan raya pelabuhan Lembar di ujung barat menuju pelabuhan Kayangan di ujung timur Lombok) memastikan akses menuju spot ini mudah dan anti nyasar.

Memilih berangkat selepas subuh, sedikit kemacetan di perempatan pasar Pringgabaya yang juga berdekatan dengan Masjid Besar Jami’ul Khair di Otak Desa Pringgabaya.

Saya beruntung sampai di spot acara prosesi Rebo Buntung tepat di setengah delapan pagi. Keberuntungan yang rasa-rasanya akan saya akrabi setiap tahun.

Siapa tahu ada traveler yang momen berliburnya bertepatan dengan ritual adat Rebo Buntung dan Tetulak Tamperan kan? Plus, saya pun beruntung menjadi teman trip traveler? Nggak nolak sayanya sik.

Dua pantai ini juga diakrabi pengunjung di banyak momen lainnya.

Misal, demi update event-event budaya dan ritual masyarakat Lotim bagi traveler, saya menyempatkan kunjungi spot ini di sepekan selepas Hari Raya Idul Fitri atau euphoria perayaan tahun baru Masehi.

Huwwwooo, ramai pun! Dermaga beton dengan deretan lampu tenaga matahari, berubah menjadi ‘papan-papan’ loncat para perenang handal.

Saya? Cuma perenang pantai kebanyakan, memilih berjalan santai dari pantai dan maksimal berendam di kedalaman air setara perut orang dewasa. 😀

Nungggu apa lagi? Segera jadwalkan liburan kalian ke Lombok. Yuks!