Telur Asin Bakar Lombok, oleh-oleh khas Lombok Timur

Desember 29, 2017
3 min read

Lombok, sebagai salah satu destinasi wisata yang mulai mendunia belakangan ini, tidak diragukan lagi memiliki segudang kekayaan alam dan budaya yang telah mengakar dari zaman dahulu.

Ternyata gak Cuma alam dan budayanya doang loh, tapi juga wisata kulinernya menjadi salah satu tujuan para wisatawan datang ke pulau 1001 masjid ini. Berbicara masalah kuliner, mungkin yang selama ini terkenal adalah pelecing dan ayam bakar taliwangnya.

Tapi tahu gak sih, ternyata masih banyak makanan khas Lombok yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh?

Salah satunya adalah Telur asin Bakar. Yappp… telur asin yang dibakar ini mulai terkenal di kalangan penduduk sekitar sejak tahun 2012 yang lalu. Inovasi dari produk telur asin biasa ini adalah hasil dari percobaan Abdul Rahim, dari Dusun Gubuk Baru, Desa Terara, Kabupaten Lombok Timur.

Guru Honor, yang memulai usaha dibidang ternak itik ini, memulai usahanya pada tahun 2008 dengan membuat sebuah KTT (kelompok tani ternak) bernama Azna Jaya.

Kelompok ternaik itik ini lalu berinovasi tidak hanya memelihara itik lalu menjualnya, tetapi mengolah hasil dari itik ini menjadi produk yang lebih memiliki nilai guna. Salah satunya adalah telur asin bakar ini.

“tujuan dari dibentuknya KTT ini adalah BAIK. BAIK yang merupakan singkatan dari Berkarya, Manfaat, Inovatif, Kreatif.

Karena saya hanya ingin bermanfaat bagi masyarakat sekitar, saya tidak ingin masyarakat desa Terara memilih menjadi TKW (tenaga kerja wanita) atau malah nikah muda” kata pak Ahim, sapaan bapak Abdul Rahim yang juga ketua dari KTT. Azna Jaya ini.

Telur asin bakar, yang dimulai pada tahun 2012 ini tentu saja bukan telur asin bakar biasa loh. Pembuatannya yang bisa memakan waktu antara 11-12 hari tentunya menjadikannya spesial.

Cara pembuatannya pun pada dasarnya sederhana. Seperti pembuatan Telur asin biasanya, lalu di bakar. Namun tentunya masih ada banyak perlakuan khusus yang menjadi RAHASIA PERUSAHAAN yang menjadikan telur asin ini berbeda dari telur asin lainnya.

alhamdulillah, walaupun gak dikasitahu soal resepnya, pak ahim ngasi gue buat keliling ke tempat pembuatan telur asin bakar lombok ini.

Tekstur telur yang dihasilkan lebih padat dan Warna dari kuning telurnya pun lebih cerah dibandingkan telur asin biasa.

Rasanya tetep asin *ya iyalah 😀 tapi jika dibandingkan dengan telur asin biasa, masih lebih asin telur asin biasa, jadi untuk telur asin bakar ini enak disantap tanpa dijadikan lauk.

Namun, perlu disiapkan sendok loh kalo mau dimakan, karena kulit telur asin bakar ini lebih keras dibandingkan dengan telur asin biasa.

Telur asin ini sejak tahun 2013 sudah dijadikan sebagai oleh-oleh khas Lombok Timur. Penyebutan oleh-oleh khas Lombok Timur ini bukan mereka sendiri loh yang menyematkan, tetapi Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi NTB.

Dinas yang telah banyak membina dan membantu promosi telur asin bakar ini, mengakui telur asin bakar desa Terara ini sebagai salah satu aset daerah dan sangat pantas dijadikan sebagai oleh-oleh khas dari Kabupaten Lombok Timur loh.

Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB juga turut membantu pengembangan sentra industri telur asin bakar lombok ini.

Gak heran, kalo telur asin bakar Lombok ini sudah sangat sering ikut pelatihan dan pameran di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan terbitnya izin SPP-IRT (sertifikast pengolahan pangan industri rumah tangga) dari dinas kesehatan, izin BPOM Mataram, dan akan dikeluarkan sertifikat Halal dari MUI menjadikan telur asin bakar ini sudah tidak perlu diragukan lagi untuk dikonsumsi.

Telur asin bakar ini bisa ditemukan di supermarket dan beberapa kios di kecamatan Lombok Timur, dan mulai dipasarkan di daerah Lombok Tengah.

Selain itu, udah ada website untuk bisa memesan secara online loh, di www.telurasinlombok.com . Tertarik? Langsung pesan gan, tersedia setiap hari kok 🙂

Bosen oleh-oleh khas Lombok itu-itu aja? Telur asin bakar lombok alternatifnya … Dijamin, ketagihan! maiq gati vrohhhh 😀